Minggu, 18 Mei 2014

Anekdot

pada suatu zaman, hiduplah sekelompok tukang sapu yang disebut Bangkit,Ivan,Fadila,Sintia setiap page dan sore mereka semua berangkat untuk bertugas
suatu pagi yang cerah, tiba-tiba ada seorang ibu rumah tangga yang hendak membuang sampah

Meysi : (berjalan menuju pagar untuk membuang sampah dipojok rumahnya dan biasaya akan diambil oleh tukang sampah keliling)
Sintia : Lihat orang itu
Fadila : kenapa dengan orang itu ?
Sinti : Mentang-mentang ada tukang sampah yang mengambil sampah, orang itu buang sampah diponggiran tempat sampah
Fadila : Iya tuh harusnyakan tipat didalam tempat sampah agar memudahkan situkang sampah

melihat kedua tukang sapu tersebut berbisik. Tak lama kemudian Bangkut datang mengejutkan
Bangkit : Woe!!! Kerja-kerja ngerumpi mulu nih kerjaan yang ditimbulkan oleh tukang sampah masih banyak...
Ivan :Hah  ? tukan sampah ? kok tukang sampah ?
Bangkit :  Iya lah, kan tukang sampah yang buang sampah setiap harinya
Ivan : Loh, bukannya yang buang sampah itu orang yang tidak bertanggung jawab, contohnya orang itu tu (sambil menunjuk meysi)

Dan pada saat yang sama meysi menoleh dan mendengar pembicaraan empat orang ini, lalu ibu tersebut menghapiri tukang sapu tersebut

Meysi : Kalian ngomongin saya ya ?
Sintia : gak mereka gk ngomongin ibu kok  !
Meysu : Terus ngapain kalian nunjuk nunjuk saya ?
Ivan : Ya memang saya nunjuk ibu
Meysi :  Ya apa masalahnya ?
Fadila :  Karna ibu tidak membuang sampah pada tempatnya

keributan tersebut terdengan sampai rumah tetangganya. Lalu datang seorang laki-laki yang mendengar keributan yang terjadi didepan rumahnya

Edwin : Hey ada apaini ribut" didepan rumah saya ?
Meysi : ini para tukang sapu pada resek
Ivan : Ibu sendiri yang bikin kita jadi resek
Edwin : Sudah sudah malah debat sendiri ". keputusannya nih siapa yang tukang sapu. siapa yang tukan sampah
Bangkit : Tuh.. Tukang sampahnya si Ibu . kita itu bukan tukang sapu tapi tukang bersih
Edwin : kok bisa ?
Ivan: Ya bisa, kan si ibu" itu buang sampah dan buat jalanan kotor jadi ibu itu yang tukang sampah, dan kita yang bersihin jalanan jadi kita tukang bersih.

Dan akhirnya Edwin dan Meysi hanya diam tercengan mendengar perkataan si tukang saput tersebut jadi dapat disimpulkan terkadang masyarakat kurang kersadaran untuk memebuang sampah ditempatnya. bahkan tempat sampah sudah tersedia masih membuang dipinggirang tempat sampah